Hari ini harus bangun pagi, jam 6 keluar rumah jemput Nia dan janjian ketemu sama Umi di toko Jensud 2 Jambi. Malas sih sebenarnya bangun pagi, apalagi di hari hujan ini, tapi mau gimana lagi acara senam yang diadakan Dinsosnakertrans Jambi dalam memperingati Bulan K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja) dijadwalkan jam 6.30 in this morning.
So, udara dingin diluar gak bisa membuatku menarik selimut lagi. Sepanjang jalan ke rumah Nia, ternyata sudah mulai ramai. Tampak orang-orang jogging dengan balutan pakaian training hangat, beberapa anak sekolah keluar rumah sambil berlarian memanggil temannya, toko-toko mulai buka dan ramai dikunjungi ibu-ibu belanja pagi hari. Aku salah mengira, meski gerimis di pagi ini, tapi semua kegiatan tetap harus berjalan seperti biasa, ilmu dan pekerjaan tidak akan mempedulikan cuaca.
Setelah menjemput Nia di rumahnya, kami meluncur ke tempat janjian dengan Umi. Sesampai di toko, gerimis mulai deras. Tidak lama kemudian Umi datang diantar kakaknya, dan kami bertiga memutuskan untuk ke lokasi senam berjalan kaki. Hitung-hitung pemanasan sebelum senam.
Lokasi belum ramai oleh peserta, hanya beberapa panitia dan beberapa peserta dari perusahaan yang diundang untuk datang. Kami mencari tempat duduk yang disediakan panitia dan menunggu acara dimulai, membicarakan beberapa hal ringan “gimana bisa senam ini, kan masih hujan” itu menjadi topic hangat pembicaraan kami.
Sekitar pukul 07.30 peserta mulai banyak dan instruktur senam juga sudah datang dan panitia sudah mulai mengumumkan bahwa senam tetap akan dilaksanakan di hari hujan ini. Sekitar pukul 08.00 panitia mulai menyuruh kami berdiri dan mengambil posisi untuk senam. Butuh waktu agak lama menunggu semua peserta bangkit dari tempat duduknya.
Ternyata senam tidaklah mudah, sangat menyebalkan saat kita ketinggalan gerakan, saat kita hampir bertabrakan dengan orang lain karena gerakan kita yang amburadul. Tapi 3 intruktur di depan selalu mengarahkan senam dengan senyum, jadilah senam ini sangat menyenangkan dan menyehatkan. Hehehe
Setelah senam selesai, kami duduk kembali ke kursi dengan nafas masih ngos-ngosan. Sambil menurunkan detakan jantung yang cepat, panitia membagikan hadiah menggunakan kartu undian yang tadi dibagikan sebelum senam dimulai. Sejujurnya kami menunggu mendapat hadiah, karena tidak banyaknya peserta yang ikut dan banyaknya hadiah di depan kesempatan untuk memenangkan hadiah seharusnya sangat besar, tapi sepertinya keberuntungan belum ada di tangan kami.
Setelah lama menunggu dan tidak ada satupun nomor undian kami yang dipanggil, kami memutuskan untuk pulang, itupun setelah tarik ulur waktu karena sebenarnya kami memiliki perasaan memenangkan undian. Hahahaha. Gak tau diri. Setelah Nia dan Umi selesai mengumpulkan kulit dalam buah Swetenia Mahagoni kami memutuskan untuk pulang.
Dalam perjalanan ke toko untuk mengambil motor yang kami titipkan, keluarlah ide untuk mencari camilan (batagor). Meskipun harus berjalan agak jauh, kami tetap optimis demi makan batagor depan sebuah SD yang katanya enak.
Oh tidak, sesampai di depan SD tidak tampak batang hidung abang penjual batagor itu. Sedihnya…. Tapi tunggu, tadi sebelum SD itu kami tampak sebuah tempat yang sepertinya menarik. Sebuah café teh (hello diyah, itu teh, dan aku bukan pecinta teh). Awalnya ragu, tapi karena tergoda dengan rasa penasaran, kami bertiga memutuskan untuk masuk dan mencoba.
@Happy Tea Story, itu nama café dengan menu tea …., tea …., tea…, dan tea…. Nyaman tempatnya, harga standart, dan tea nya tidak terlalu buruk, meskipun Nia begitu panic saat minum Matcha Tea with Egg Puding’s toppingnya. Dalam imajinasinya topping yang dia pilih hanya telur setengah matang, bukan Egg Puding (saking gak percayanya dia buka tutup gelas itu dan diaduk-aduk toppingnya). Tuh kan benar pudding telur, bukan telur setengah matang.
Umi mencoba Manggo Fruit Tea with Coffe Jelly’ topping, sedangkan aku mencoba Strawberry Tea with Black Pearl’s topping. Not too bad. Café ini menyenangkan, cocok untuk bertemu teman, mengajak keluarga, maupun sendirian (contohnya ada seorang bapak yang datang menggunakan mobil, memesan teh kemudian mengeluarkan laptop dari tasnya dan duduk nyaman diluar)

Sudut-sudut café yang hangat, dengan warna dinding hijau terang dan juga terdapat pojok kreasi (ini sebutanku aja) menjadikan tempat ini pilihan yang nyaman. Di pojok kreasi itu disediakan papan, kertas, dan pena. So, kita bisa menulis apapun disana kemudian papan itu disediakan sebagai tempat menempel kertas tersebut (kecuali nempel pengumuman jadwal rekrutmen Alfamart atau menempel promo Alfamart, hal ini tidak diperbolehkan)
Ada sebuah tulisan unik di gelas tempat kita minum tersebut, yang intinya minum teh sambil membicarakan hal yang menyenangkan. Karena terinspirasi kata-kata itu kami bercerita hal-hal ringan dan menghabiskan sedikit waktu dengan jenis teh yang kami pilih.
Tersesat. tersesat di tempat baru tidak selalu menyedihkan, seringkali tersesat menjadi sebuah cerita unik yang akan selalu menjadi kenangan indah sebelum kita kembali ke kehidupan nyata (mbibik di weekend)

So, ini tea dan ceritaku, mana tea dan ceritamu??
So, udara dingin diluar gak bisa membuatku menarik selimut lagi. Sepanjang jalan ke rumah Nia, ternyata sudah mulai ramai. Tampak orang-orang jogging dengan balutan pakaian training hangat, beberapa anak sekolah keluar rumah sambil berlarian memanggil temannya, toko-toko mulai buka dan ramai dikunjungi ibu-ibu belanja pagi hari. Aku salah mengira, meski gerimis di pagi ini, tapi semua kegiatan tetap harus berjalan seperti biasa, ilmu dan pekerjaan tidak akan mempedulikan cuaca.
Setelah menjemput Nia di rumahnya, kami meluncur ke tempat janjian dengan Umi. Sesampai di toko, gerimis mulai deras. Tidak lama kemudian Umi datang diantar kakaknya, dan kami bertiga memutuskan untuk ke lokasi senam berjalan kaki. Hitung-hitung pemanasan sebelum senam.
Lokasi belum ramai oleh peserta, hanya beberapa panitia dan beberapa peserta dari perusahaan yang diundang untuk datang. Kami mencari tempat duduk yang disediakan panitia dan menunggu acara dimulai, membicarakan beberapa hal ringan “gimana bisa senam ini, kan masih hujan” itu menjadi topic hangat pembicaraan kami.
Sekitar pukul 07.30 peserta mulai banyak dan instruktur senam juga sudah datang dan panitia sudah mulai mengumumkan bahwa senam tetap akan dilaksanakan di hari hujan ini. Sekitar pukul 08.00 panitia mulai menyuruh kami berdiri dan mengambil posisi untuk senam. Butuh waktu agak lama menunggu semua peserta bangkit dari tempat duduknya.
Ternyata senam tidaklah mudah, sangat menyebalkan saat kita ketinggalan gerakan, saat kita hampir bertabrakan dengan orang lain karena gerakan kita yang amburadul. Tapi 3 intruktur di depan selalu mengarahkan senam dengan senyum, jadilah senam ini sangat menyenangkan dan menyehatkan. Hehehe
Setelah senam selesai, kami duduk kembali ke kursi dengan nafas masih ngos-ngosan. Sambil menurunkan detakan jantung yang cepat, panitia membagikan hadiah menggunakan kartu undian yang tadi dibagikan sebelum senam dimulai. Sejujurnya kami menunggu mendapat hadiah, karena tidak banyaknya peserta yang ikut dan banyaknya hadiah di depan kesempatan untuk memenangkan hadiah seharusnya sangat besar, tapi sepertinya keberuntungan belum ada di tangan kami.
Setelah lama menunggu dan tidak ada satupun nomor undian kami yang dipanggil, kami memutuskan untuk pulang, itupun setelah tarik ulur waktu karena sebenarnya kami memiliki perasaan memenangkan undian. Hahahaha. Gak tau diri. Setelah Nia dan Umi selesai mengumpulkan kulit dalam buah Swetenia Mahagoni kami memutuskan untuk pulang.

Dalam perjalanan ke toko untuk mengambil motor yang kami titipkan, keluarlah ide untuk mencari camilan (batagor). Meskipun harus berjalan agak jauh, kami tetap optimis demi makan batagor depan sebuah SD yang katanya enak.
Oh tidak, sesampai di depan SD tidak tampak batang hidung abang penjual batagor itu. Sedihnya…. Tapi tunggu, tadi sebelum SD itu kami tampak sebuah tempat yang sepertinya menarik. Sebuah café teh (hello diyah, itu teh, dan aku bukan pecinta teh). Awalnya ragu, tapi karena tergoda dengan rasa penasaran, kami bertiga memutuskan untuk masuk dan mencoba.
@Happy Tea Story, itu nama café dengan menu tea …., tea …., tea…, dan tea…. Nyaman tempatnya, harga standart, dan tea nya tidak terlalu buruk, meskipun Nia begitu panic saat minum Matcha Tea with Egg Puding’s toppingnya. Dalam imajinasinya topping yang dia pilih hanya telur setengah matang, bukan Egg Puding (saking gak percayanya dia buka tutup gelas itu dan diaduk-aduk toppingnya). Tuh kan benar pudding telur, bukan telur setengah matang.
Umi mencoba Manggo Fruit Tea with Coffe Jelly’ topping, sedangkan aku mencoba Strawberry Tea with Black Pearl’s topping. Not too bad. Café ini menyenangkan, cocok untuk bertemu teman, mengajak keluarga, maupun sendirian (contohnya ada seorang bapak yang datang menggunakan mobil, memesan teh kemudian mengeluarkan laptop dari tasnya dan duduk nyaman diluar)


Sudut-sudut café yang hangat, dengan warna dinding hijau terang dan juga terdapat pojok kreasi (ini sebutanku aja) menjadikan tempat ini pilihan yang nyaman. Di pojok kreasi itu disediakan papan, kertas, dan pena. So, kita bisa menulis apapun disana kemudian papan itu disediakan sebagai tempat menempel kertas tersebut (kecuali nempel pengumuman jadwal rekrutmen Alfamart atau menempel promo Alfamart, hal ini tidak diperbolehkan)
Ada sebuah tulisan unik di gelas tempat kita minum tersebut, yang intinya minum teh sambil membicarakan hal yang menyenangkan. Karena terinspirasi kata-kata itu kami bercerita hal-hal ringan dan menghabiskan sedikit waktu dengan jenis teh yang kami pilih.
Tersesat. tersesat di tempat baru tidak selalu menyedihkan, seringkali tersesat menjadi sebuah cerita unik yang akan selalu menjadi kenangan indah sebelum kita kembali ke kehidupan nyata (mbibik di weekend)

So, ini tea dan ceritaku, mana tea dan ceritamu??
Komentar
Posting Komentar