Kapan kamu hadir ke dunia ini anakku? itu adalah pertanyaan yang akhir-akhir ini aku ucapkan dalam hati. Meski seringkali aku mengajakmu bicara, namun kau tidak menjawab dengan ucapan, kau hanya menjawab dengan gerakan yang tidak kumengerti artinya. Apakah kau akan hadir nanti, besok atau lusa.
Sebagai seorang istri, adalah kebahagiaan terbesar jika diberi kesempatan untuk menjadi seorang ibu. Kebahagiaan tidak hanya terpancar dariku dan juga suami, namun dari semua anggota keluarga yang telah menanti suara tangis bayi dalam rumah ini. Bukankah itu menjadi penyemangat di kala bumil (ibu hamil) muda mengalami masa-masa yang sangat luar biasa. Mual, muntah, tidak berselera makan, sensitif terhadap bau, kadangkala menjadi sangat pemarah/ sensitif tidak beralasan. r
Aku ingat beberapa bulan lalu, saat kehamilanku masih muda. Sore itu aku lapar dan tidak berselera makan nasi, jadi aku meminta suatmi untuk membelikanku ketela keju yang biasa kami beli. Suamiku keluar rumah dan kembali beberapa menit kemudian. Saat aku mulai makan ketela keju yang dibelikan suami, rasanya tidak seenak yang biasa kami beli. Aku bertanya "kok rasanya beda dengan yang biasanya?" suamiku menjawab kalau tempat yang biasa tutup, istri dari si penjual sedang melahirkan. Tanpa sebab, aku marah pada suamiku, "kenapa harus membelinya kalau bukan di tempat yang biasa, aku kan gak suka" dan tanpa bisa aku tahan, aku menangis. Tentu saja suamiku bingung harus bagaimana, bukan salahnya jika ketela keju langganan kami itu tutup. Memangnya apa yang bisa dia lakukan jika istrinya harus melahirkan di hari itu. Sebenarnya aku tidak ada maksud untuk menyalahkan suamiku, di hawa Pujon yang dingin malam itu, dia harus keluar rumah untuk membeli ketela keju keinginanku. Tapi, rasa kecewa dan sedih yang sangat, membuatku meneteskan air mata.
Sungguh masa-masa yang luar biasa saat seorang istri sedang hamil, tidak hanya baginya sendiri, namun juga bagi sang suami yang sifatnya seringkali berubah menjadi sangat perhatian. Beruntung aku memiliki suami yang sangat baik hati dan penyabar.
Menunggu adalah hal yang tidak kusukai, namun menunggumu hadir kedunia adalah anugrah yang paling istimewa. Kau adalah keajaiban yang dikirim bagi kami. Aku meminta Allah agar selalu menjagamu, memberimu kesehatan, menjadikanmu anak yang mencintai agama, Qur'an dan hadits. Semoga kami dapat mejadi orang tua yang amanah dan bertanggung jawab. Aamiin.. We are waiting for you...
Sebagai seorang istri, adalah kebahagiaan terbesar jika diberi kesempatan untuk menjadi seorang ibu. Kebahagiaan tidak hanya terpancar dariku dan juga suami, namun dari semua anggota keluarga yang telah menanti suara tangis bayi dalam rumah ini. Bukankah itu menjadi penyemangat di kala bumil (ibu hamil) muda mengalami masa-masa yang sangat luar biasa. Mual, muntah, tidak berselera makan, sensitif terhadap bau, kadangkala menjadi sangat pemarah/ sensitif tidak beralasan. r
Aku ingat beberapa bulan lalu, saat kehamilanku masih muda. Sore itu aku lapar dan tidak berselera makan nasi, jadi aku meminta suatmi untuk membelikanku ketela keju yang biasa kami beli. Suamiku keluar rumah dan kembali beberapa menit kemudian. Saat aku mulai makan ketela keju yang dibelikan suami, rasanya tidak seenak yang biasa kami beli. Aku bertanya "kok rasanya beda dengan yang biasanya?" suamiku menjawab kalau tempat yang biasa tutup, istri dari si penjual sedang melahirkan. Tanpa sebab, aku marah pada suamiku, "kenapa harus membelinya kalau bukan di tempat yang biasa, aku kan gak suka" dan tanpa bisa aku tahan, aku menangis. Tentu saja suamiku bingung harus bagaimana, bukan salahnya jika ketela keju langganan kami itu tutup. Memangnya apa yang bisa dia lakukan jika istrinya harus melahirkan di hari itu. Sebenarnya aku tidak ada maksud untuk menyalahkan suamiku, di hawa Pujon yang dingin malam itu, dia harus keluar rumah untuk membeli ketela keju keinginanku. Tapi, rasa kecewa dan sedih yang sangat, membuatku meneteskan air mata.
Sungguh masa-masa yang luar biasa saat seorang istri sedang hamil, tidak hanya baginya sendiri, namun juga bagi sang suami yang sifatnya seringkali berubah menjadi sangat perhatian. Beruntung aku memiliki suami yang sangat baik hati dan penyabar.
Menunggu adalah hal yang tidak kusukai, namun menunggumu hadir kedunia adalah anugrah yang paling istimewa. Kau adalah keajaiban yang dikirim bagi kami. Aku meminta Allah agar selalu menjagamu, memberimu kesehatan, menjadikanmu anak yang mencintai agama, Qur'an dan hadits. Semoga kami dapat mejadi orang tua yang amanah dan bertanggung jawab. Aamiin.. We are waiting for you...
Komentar
Posting Komentar