Nak, kau tumbuh dengan cepat. Seringkali ibu salah menjawab saat ditanya berapa umurmu sekarang. Kini tak terasa kau sudah mencapai umur 20 bulan, waktu yang seakan berlari. Ibu merasa tidak ada perubahan yang berarti dalam hidup ibu. Tapi melihatmu ibu sadar, kau tumbuh dengan baik dan sehat, ibu berterima kasih pada Sang Pencipta dan juga padamu yang tumbuh dengan baik. Terima kasih cintaku.. Banyak kata yang kau ucapkan namun ibu tidak mengerti artinya, itu hanya membuat ibu tertawa dan gemas melihatmu. Saat kami tertawa melihat tingkah lucumu, kadang kau ikut tertawa, entah apa yang kau pikirkan. Kau suka bermain, tapi yang kau mainkan adalah batu, sekrup yang tidak sengaja kau temukan, ah ya, sekarang kau sedang hobi bermain semua peralatan dapur. Itu membuat ibu harus ekstra hati-hati meletakkan barang pecah belah. Kau tahu bahwa sekarang kau sangat suka minum teh manis hangat. Kalau sudah dingin kau tidak terlalu suka. Dibanding susu formula, kau lebih memilih minum teh hanga...
Nak, saat kau menikah nanti. Saat kau menjadi orang tua, jadilah orang tua yang bijak. Belajar dari pengalaman orang lain yang sukses mendidik anak-anaknya dengan baik. Jangan kau biarkan anakmu tumbuh di bawah bayang-bayang orang tua. Jangan paksakan kehendakmu pada mereka, jika mereka memilih jalan yang berbeda darimu tunjukkan jalan yang paling tepat dan terbaik. Saat mereka ingin terbang tinggi di langit, ajari mereka membuat sayap yang kuat dan tak mudah patah. Ingatlah, jamanmu hidup dengan jamannya akan menjalani hidup tidaklah sama. Sejak kecil, berikan dia tanggung jawab. Ajari dia melihat masalah dari beberapa sudut pandang. Bagi tugas rumah tangga pada mereka sejak kecil (meskipun laki-laki), agar mereka merasa memiliki tanggung jawab. Ajak mereka mengenal buku, semua jenis buku agar mereka semakin bijak. Agar menghargai waktu, itu sama dengan menghargai orang lain. Ajari mereka berbagi, karena itu dapat mengasah hati. Nak, aku yakin masih banyak kebajikan lain yang a...